Kumpulan mimpi yang terserak... Resapi setiap kata dalam cerita... Biarkan hati yang bicara...
Sunday, March 27, 2016
Gili Meno yang Menawan
Posted by
Woelan Tomomi
Thursday, September 3, 2015
Kenangan di Kota Malang
Posted by
Woelan Tomomi
Juli 2012, pertama kali menginjakan kaki di Kota Malang. Pada akhirnya, harus mengakhiri petualangan di Bumi Arema ini. Bisa dibilang, di Malang inilah kami memulai semuanya dari awal. Sebuah keputusan kami buat, yang mungkin bagi sebagian orang adalah sesuatu yang konyol. Tapi kami yakin, kuasa Allah jauh lebih besar dan rencana Allah jauh lebih baik.
Saat dinyatakan lolos menjadi salah satu yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S1 di Universitas Brawijaya Malang, jujur aja bukan kebahagiaan yang dirasa, tapi galau, hahaha. Galau karena memang dari awal gak ada niatan pengen dapat beasiswa itu, ikut tes cuma iseng-iseng dan sama sekali tanpa persiapan. Saat yang lain belajar mati-matian biar lolos, saya malah asyik baca novel. Galau karena nantinya harus jadi pemeriksa dan ikatan dinasnya itu lama banget, dan ini yang paling bikin males. Galau karena harus berkutat dengan pelajaran-pelajaran akuntansi (lagi) yang dulu selama 3 tahun di D3 udah bikin bosen, hahaha. Tapi mungkin memang harus begini kali ya jalannya.
Saat dinyatakan lolos menjadi salah satu yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S1 di Universitas Brawijaya Malang, jujur aja bukan kebahagiaan yang dirasa, tapi galau, hahaha. Galau karena memang dari awal gak ada niatan pengen dapat beasiswa itu, ikut tes cuma iseng-iseng dan sama sekali tanpa persiapan. Saat yang lain belajar mati-matian biar lolos, saya malah asyik baca novel. Galau karena nantinya harus jadi pemeriksa dan ikatan dinasnya itu lama banget, dan ini yang paling bikin males. Galau karena harus berkutat dengan pelajaran-pelajaran akuntansi (lagi) yang dulu selama 3 tahun di D3 udah bikin bosen, hahaha. Tapi mungkin memang harus begini kali ya jalannya.
Wednesday, December 24, 2014
Birthday...My day...
Posted by
Woelan Tomomi
Late post...
07 Des..
Tau gak itu apa? Yup! Judul salah satu albumnya Sheila On 7, hehehe
Entah karena mereka ngefans sama aku apa gimana, sehingga tanggal ulang tahunku dijadiin judul album gitu *hueeekkk*
Jadi ceritanya, ulang tahun kemarin tuh nyesek banget. Ya gimana coba, jam 6 sore dan si hubby baru inget kalo istri tercintanya ini ulang tahun! Langsung deh kita diboyong makan di luar, ceritanya sih birthday dinner.
07 Des..
Tau gak itu apa? Yup! Judul salah satu albumnya Sheila On 7, hehehe
Entah karena mereka ngefans sama aku apa gimana, sehingga tanggal ulang tahunku dijadiin judul album gitu *hueeekkk*
Jadi ceritanya, ulang tahun kemarin tuh nyesek banget. Ya gimana coba, jam 6 sore dan si hubby baru inget kalo istri tercintanya ini ulang tahun! Langsung deh kita diboyong makan di luar, ceritanya sih birthday dinner.
Thursday, October 30, 2014
Jujur, Amanah, Integritas: Bagaimana Membangun Budaya Jujur di Lingkungan Kampus dan di Tingkat Nasional?
Posted by
Woelan Tomomi
Ceritanya lagi latihan nulis essay, hahaha....
padahal sih sebenernya.... ini tuh tugas UTS mata kuliah Forensic Accounting & Fraud Examinantion kemarin. Dan ini isinya hanya sebatas opini saya pribadi, ya. Monggo yang mau baca :)
padahal sih sebenernya.... ini tuh tugas UTS mata kuliah Forensic Accounting & Fraud Examinantion kemarin. Dan ini isinya hanya sebatas opini saya pribadi, ya. Monggo yang mau baca :)
Jujur,
Amanah, Integritas: Bagaimana Membangun Budaya Jujur di Lingkungan Kampus dan
di Tingkat Nasional?
Jujur dan amanah merupakan
sifat dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia sebagai makhluk Tuhan.
Dalam Islam, jujur dan amanah merupakan pilar aqidah Islam. Jujur adalah
berkata terus terang dan tidak berbohong, sedangkan amanah adalah segala
sesuatu yang dibebankan kepada manusia untuk dilaksanakan. Dimulai dari jujur
dan amanah, kemudian akan tumbuh integritas.
Dalam hidup, ada dua
jalan yang bisa dipilih oleh manusia, yaitu jalan kebaikan dan jalan kejahatan.
Jalan kejahatan adalah jalan yang mudah dan enak, sementara jalan kebaikan
adalah jalan yang sulit dan tidak mudah untuk ditempuh. Perbuatan baik di jalan
yang baik ini salah satunya adalah bersikap jujur. Jujur dalam segala perkataan
dan perbuatan. Orang yang terbiasa tidak jujur akan mengulanginya lagi dan lagi
sehingga menumpuklah kebohongan-kebohongan itu yang akhirnya menjadi suatu
kebiasaan. Orang yang jujur, besar kemungkinannya untuk dapat memegang teguh
amanah, sedangkan orang yang biasa berbohong pasti tidak bisa memegang amanah
yang telah diberikan.
Saturday, October 25, 2014
Sepenggal Kisah di Kolong Langit
Posted by
Woelan Tomomi
“Aku bosan hidup kayak
gini terus,” ujarnya kesal seraya menghempaskan tubuhnya di atas tanah, tepat
di sebelahku.
“Terus... kamu maunya
hidup kayak gimana? Jadi anak orang kaya? Kamu mau jadi anak orang kaya tapi
hasil korupsi?” tanyaku sarkatis. Itu yang selalu dia katakan, ingin jadi anak
orang kaya, hidup enak. Ah, aku bosan mendengar keluh kesah yang sama setiap
hari.
“Setidaknya itu lebih
baik. Jadi anak orang kaya nggak perlu capek-capek ngamen.”
“Kamu tuh nggak pernah
bersyukur, ngeluh aja kerjaannya.”
“Apa yang harus aku
syukuri? Bersyukur karena aku dilahirkan melarat? Bersyukur punya ibu yang
pergi ninggalin anaknya buat jadi pelacur? Bersyukur punya bapak pemabuk dan
tukang judi? Coba bilang sama aku, apa yang mesti aku syukuri?” tanyanya
setengah berteriak.
“Dari bayi aku dikasih
makan pakai uang haram. Apa bedanya sama duit korupsi? Sama-sama haram!
Bedanya, aku makan uang haram tapi tetap hidup melarat, sedangkan mereka hidup
enak,” lanjutnya dengan nafas tersengal menahan emosi.
Aku hanya bisa terdiam,
tidak tahu harus menyalahkan atau membenarkan ucapannya.
“Apa bapakku tahu
gimana rasanya ngamen? Yang dia tahu cuma merampas duit hasil ngamenku buat
mabuk dan judi. Aku yang capek, dia yang enak-enakan!” ujarnya kesal.
***
Subscribe to:
Posts (Atom)


